Pemeringkatan cagar budaya tidak bergerak

Achmadi, Syarif (2014) Pemeringkatan cagar budaya tidak bergerak. Jurnal Konservasi Benda Cagar Budaya Borobudur, 8 (1). pp. 72-81. ISSN 19788584

[img]
Preview
Text
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak.pdf

Download (357kB) | Preview

Abstract

Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara pasti, termasuk di dalamnya jumlah cagar budaya yang termasuk peringkat lokal, peringkat regional, dan peringkat nasional. Hal ini terjadi karena instrumen untuk pemeringkatan cagar budaya belum tersedia. Menyadari keterbatasan ini, maka makalah berjudul “Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak” dimaksudkan untuk memberi solusi terhadap permasalahan di atas. Tujuan pemeringkatan cagar budaya adalah melakukan penilaian/scoring terhadap cagar budaya guna membagi kewenangan pelestarian cagar budaya, dalam melakukan penilaian/scoring peringkat cagar budaya tidak bergerak menggunakan metode statistik. Langkah-langkah yang ditempuh terlebih dahulu adalah menentukan variabel apa saja yang akan dipelajari. Ada dua kategori variabel yang harus dibuat, yaitu variabel penyebab dan variabel akibat. Variabel penyebab dikenal dengan variabel bebas atau variabel faktor, sedang variabel akibat adalah variabel terikat (respons). Keseluruhan variabel bebas sebanyak 15 variabel. Adapun keseluruhan variabel respon sebanyak 45 variabel. Berdasarkan skala interval, peringkat 0 merupakan peringkat yang tidak ada nilainya (nol nilai mutlak/bukan cagar budaya). Peringkat 1 merupakan peringkat kabupaten/kota yang nilainya antara 16,5 % - 33 %. Peringkat 2 merupakan peringkat regional yang nilainya 33,5 % - 66%. Adapun peringkat 3 merupakan peringkat nasional yang nilainya 66,5 % - 100 %. Peringkat lokal dapat naik menjadi peringkat regional bahkan peringkat nasional. Demikian juga peringkat nasional dapat turun peringkat menjadi peringkat regional, peringkat lokal, bahkan tidak masuk dalam peringkat cagar budaya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa peringkat cagar budaya bersifat dinamis, artinya sewaktu-waktu dapat berubah baik turun peringkat maupun naik peringkat. Semua ini tergantung pada kondisi eksisting cagar budaya terkini.

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan
Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Candi
Divisions: Direktorat Jenderal Kebudayaan > Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman > Balai Konservasi Borobudur
Depositing User: Ilma Avitrianti
Date Deposited: 21 Mar 2017 05:42
Last Modified: 21 Mar 2017 05:42
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/350

Actions (login required)

View Item View Item