Selamat datang di web, selamat membaca
Emma Hanubun, Emma and Akib Hanubun, S.Pd., M.Pd, Akib and Evi Olivia Kumbangsila, Evi and Dudung Abdulah, Dul (2023) Mancia Hitana’ tura Lau Wena Ilala U’ar Neden=Para Shangren dan Pantai Kaca Pulau Neden. Balai Bahasa Maluku, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Makassar.
|
Text (Mancia Hitana’ tura Lau Wena Ilala U’ar Neden=Para Shangren dan Pantai Kaca Pulau Neden. Bahasa: Seram Dialek Gorom-Indonesia. Dwibahasa. Cerita Rakyat Maluku)
Para Shangren. Fix.pdf - Published Version Copyright All Rights Reserved Download (7MB) | Preview |
Abstract
test123Suatu siang, ada sebuah kapal layar berukuran besar dengan layar terbuka dan badan kapal terukir aksara Mandarin yang berasal dari Negeri Tiongkok perlahan mendekati dermaga di sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Neden. Mereka dijuluki Shangren dari Tiongkok. Kemudian salah satu dari mereka menawarkan barang antik seperti piring antik bergambar ikan koi, kipas milik Kaisar Tiongkok, dan guci keramik ini. Namun, di antara semua barang-barang antik yang dijual, ada satu benda yang menarik perhatian mereka. Benda itu berbentuk bundar menyerupai piring. Benda ini memiliki kekuatan yang bisa membuat hasil panen semakin melimpah tanpa perlu menunggu musim. Masyarakat mulai tergiurkan dan menawarkan sekarung Pala dan Cengkih kepada para Shangren. Mendengar hal tersebut, para Shangren meneyetujui dan langsung kembali ke kapal untuk menyiapkan barangnya. Tiba waktunya para Shangren kembali ke kampung dengan membawa benda ajaib itu dalam jumlah yang sangat banyak. Tiap benda ditutupi kain berwarna hitam. Sebelum diberikannya benda tersebut, ada pantangan yang harus dilakukan. Shangren Berjubah Kuningkemudian menjelaskan bagaimana cara memakai benda ajaib tersebut. Setelah menyampaikan pesan itu, Para Shangren lalu berpamitan setelah diberikan persediaan makanan yang cukup untuk perjalanan selanjutnya. Jantung mereka berdetak dengan cepat menunggu keajaiban yang akan terjadi. Tiba-tiba seorang pemuda kampung datang dengan napas terengah-engah. Wajahnya terlihat panik. Ternyatapara penduduk tertiupu akan benda tersebut, benda-benda itu adalah cermin buatan dan para Shangren itu ialah pengrajin cermin yang sering menipu para penduduk dari pulau lain. Mereka berteriak menyumpahi para Shangren sembari melempar cermin-cermin yang sedari tadi mereka pegang ke arah laut dan menghantam terumbu karang hingga pecah berkeping-keping. Lama-kelamaan kepingan-kepingan itu berubah menjadi pasir putih yang berkilau bila disinari matahari dan dibasahi air laut. Akhirnya, orang-orang menjuluki pesisir Pulau Neden dengan julukan Pantai Kaca sebab pasir dan lautnya yang bening sehingga seolah-olah orang-orang bisa bercermin di atasnya. Bertahun-tahun kemudian, Pantai Kaca Pulau Neden menjadi tempat wisata yang terus didatangi wisatawan dari seluruh penjuru dunia.
Item Type: | Book |
---|---|
Subjects: | Pendidikan > Sekolah > Sekolah Dasar Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bahasa Indonesia Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Cerita anak Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bacaan siswa SD Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Literasi Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bahasa Daerah Pendidikan > Kebudayaan > Warisan budaya |
Divisions: | Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa > Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa > Kantor Bahasa Maluku |
Depositing User: | Kantor Bahasa Provinsi Maluku |
Date Deposited: | 25 Mar 2025 23:16 |
Last Modified: | 25 Mar 2025 23:16 |
URI: | http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/32256 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |