Utomo, Bambang Budi (2016) Warisan Bahari Indonesia. In: WARISAN BAHARI INDONESIA. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta, 01-119. ISBN 978-602-433-202-0

[img]
Preview
Text
WARISAN BAHARI INDONESIA.pdf

Download (19MB) | Preview

Abstract

Kebudayaan sekelompok masyarakat merupakan satu kesatuan
yang integral
dengan
kawasan di mana kelompok masyarakat itu
berdiam,
sehingga
kita
dapat berbicara tentang kebudayaan suku
bangsa
Aceh, Kubu, Lampung, Sunda, Jawa,
Bali,
Lombok, Banjar,
Dayak,
Banjar,
Toraja,
Makasar, Maluku,
Flores,
dan tentu saja Papua
yang keturunan ras Melanosoid (proto Melayu dan Papua adalah
keturunan
dari ras Melanosoid) tetapi masih Bangsa Indonesia,
saudara
setanah air.
Kebudayaan Bahari itulah yang menjadi
kebanggaan
Bangsa
Indonesia
yang harus
kita
bangkitkan kembali, yang pernah berjaya
sejak
sebelum kedatangan
bangsa-bangsa
Eropa. Di Nusantara
ini
pernah hadir kerajaan-kerajaan bahari seperti
Sriwijaya,
Singhasari,
Majapahit, Demak, Gowa-Tallo, Kerajaan Ternate
dan Tidore, serta kesultanan Bacan yang menyebarkan
agama
Islam
melalui
perdagangan
ke wilayah Raja Ampat. Kelompok
orang Bugis yang menetap di daerah sekitar Manokwari dan
orang setempat menyebutnya
sebagai
orang Mandacan (mungkin
berdasarkan
silsilah
bahwa mereka keturunan Sultan Bacan)
Kerajaan/kesultanan
tersebut hidup
dengan
perangkat aturan-
aturan
kebahariannya, misalnya
Sriwijaya
mengharuskan kapal
niaga asing yang akan
berdagang
di wilayahnya memakai kapal
Sriwijaya,
Kerajaan (Kesultanan) Makasar punya
Amctnna
Gappa
sebagai
pedoman
etika pelayaran dan perdagangan, dan orang
Bali
punya
hak
Tawan Karang
yang menyita kapal-kapal yang kandas di
perairan
Bali.
vii

Item Type: Book Section
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi
Divisions: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
Depositing User: Mrs Murnia Dewi
Date Deposited: 29 Dec 2017 05:04
Last Modified: 17 Apr 2018 08:13
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/4743

Actions (login required)

View Item View Item