Jondes Tipak, Jondes and Upa Tina Lakburlawal, Upa and Laura Maitimu, S.Pd., Laura and Evi Olivia Kumbangsila, Evi (2021) Tenggelamnya Kampung Linayalu dan Kampung Niarte= Linayalu Nore Niarte nalora= the drowning Linayalu and Niarte Village. Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Ambon. ISBN 9786235817095

[img] Text (Tenggelamnya Kampung Linayalu dan Kampung Niarte)
Tenggelamnya Kampung Linayalu dan Kampung Niarte.pdf - Published Version
Copyright All Rights Reserved

Download (34MB)

Abstract

Dahulu kala, hiduplah seorang pemuda bernama Lowiru Mawiru di sebuah desa bernama Niarte. Sebuah kampung lama desa Luhuleli yang terletak di pesisir selatan pulau Letti dekat laut Nakne. Sedangkan, Linayalu adalah desa tetangga, yang terletak di sebelah utara desa Niarte. Konon cerita, di desa tetangga itu hidup seorang gadis, parasnya sangat cantik dan rajin pula, namanya Po’ki Main mempunyai seorang hamba namanya Hurihera WehrueraLowiru Mawiru kemudian meminang Po’ki Main menjadi istrinya.
Suatu ketika, sang istri pun bermimpi, melihat desa tempat tinggal mereka tenggelam ke dasar laut. Dia terkejut dan terbangun lalu membangunkan suaminya, Itu hanyalah bunga tidur,” tegas sang suami. Malam itu, karena mata Po’ki Main tak kunjung lelah, selalu memikirkan mimpi itu, dia pun memutuskan untuk menenun. Dia mengambil alat pemutar benang dan mulai memintal hingga tengah malam. Angin pun mulai berhembus tenang. Sembari memintal, segera dia menggulung benang yang telah terpintal. Ternyata alat pintal yang terjatuh di tanah telah berubah warna menjadi merah dan alat pintal itu ternyata telah berlumuran lumpur. Dia berlari mendapati suaminya untuk menyampaikan mimpinya benar terjadi. Tetapi sumai tak menghiraukan, akhirnya dengan berat hati sang istri dan sang hamba. Kemudian mereka mendaki gunung, saat tiba di puncak gunung itu mereka mendengar bunyi yang sangat keras. Saat pagi menjelang, Po’ki Main dan hambanya tidak melihat sesuatu di Linayalu dan Niarte, hanya lautan biru dengan pemandangan yang mengerikan karena kedua desa itu tenggelam ke dasar laut secara bersama-sama beserta isi desa itu. Yang lebih menyakitkan lagi karena desa itu juga tenggelam bersama suaminya yang terkasih Lowiru Mawiru. Air mata Po’ki Main mengalir dan tak terbendung saat menatap lautan biru itu. Ia pun menangis. Namun, apa mau dikata segalanya telah terjadi.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Guru dan Tenaga Kependidikan > Modul Pembelajaran > Bahasa Inggris
Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan
Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bahasa Indonesia
Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Cerita anak
Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bahasa Daerah
Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Cerita rakyat
Divisions: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa > Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa > Kantor Bahasa Maluku
Depositing User: Kantor Bahasa Provinsi Maluku
Date Deposited: 04 Dec 2023 04:27
Last Modified: 04 Dec 2023 04:27
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/26050

Actions (login required)

View Item View Item