Salawat Dulang Ampalu sastra lisan bertema Islam di Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat

Hasanadi, Hasanadi and Yulisman, Yulisman (2015) Salawat Dulang Ampalu sastra lisan bertema Islam di Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, Padang, pp. 1-259. ISBN 9786028742863

[img] Text
Salawat dulang ampalu.pdf

Download (4MB)

Abstract

Irama salawat mengalun syahdu, mengalir perlahan laksana air yang senantiasa memberi kesejukan untuk setiap raga dan jiwa manusia, indah terdengar serta sarat dengan kandungan nilai budaya Minangkabau, itulah ungkapan yang layak ditulis untuk beberapa bait teks Salawat Dulang Ampalu.1 Secara eksplisit maupun implisit teks salawat dulang dimaksud merupakan jembatan interaktif antara penampil/tukang salawat Ampalu dengan khalayak dalam suatu pertunjukan yang sedang berlangsung. Analisis teks salawat dulang ampalu dilakukan terhadap beberapa teks diantaranya (1). Teks katuba; (2). Teks nazam hikayaik; (3). Teks parasaian kubur; (4). Teks kanak-kanak dalam sarugo; (5). Teks sejarah Nabi Ibrahim; (6). Teks pamuda; (7). Teks pangajian Nabi Muhammad; (8). Teks nutfah; (9). Teks akhlak; (10). Teks basoal jawek; dan (11) Teks panutuk. Oleh karena itu, melalui pertunjukan salawat dulang sesungguhnya termanifestasi semangat serta kesungguhan para tukang salawat untuk senantiasa mewariskan nilai-nilai pengajaran serta pendidikan budaya tersebut kepada masyarakat, sebagaimana mengemuka dalam beberapa rumusan berikut : 1. Semangat berdemokrasi dalam konteks kehidupan berbudaya Minangkabau mesti terealisasi secara baik dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. 2. Ketaatan dalam beribadah mesti didasarkan pada utuhnya pemahaman serta pengetahuan terhadap syariat agama Islam secara benar. 3. Kehidupan di dunia senantiasa diwarnai oleh berbagai persoalan dan rintangan yang mesti dihadapi, sehingga kesabaran dan kerendahan hati dalam mengharapkan pertolongan Tuhan. 4. Kemampuan untuk berempati dan bersimpati dalam menjalani berbagai aktifitas kehidupan berbudaya merupakan syarat penting yang akan mengantarkan setiap pribadi muslim Minangkabau kepada kebahagian hidup dunia dan akhirat. 5. Keikhlasan dalam mentauladani akhlak nabi Muhammad SAW serta perilaku baik yang senanatiasa dicontohkan oleh setiap orang tua dan guru dalam mendidik anak. 6. Komunikatif dalam pergaulan sosial-budaya, senantiasa menjadikan ketentuan agama Islam sebagai rujukan dalam bersikap dan berperilaku serta senantiasa berkomitmen untuk berupaya membalas segala kebaikan orang tua dan guru.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan
Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Seni dan Kesenian
Pendidikan > Kebudayaan > Seni pertunjukkan
Divisions: Direktorat Jenderal Kebudayaan > Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan > BPNB Sumatera Barat
Depositing User: Mr Mardoni Mardoni
Date Deposited: 31 Jan 2019 04:43
Last Modified: 31 Jan 2019 04:43
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/9742

Actions (login required)

View Item View Item