Pengelolaan pembelajaran kursus kewirausahaan berbasis TI dalam mempersiapkan kemampuan berwirausaha di Yayasan Pengembangan Masyarakat

Purnomo, Purnomo (2011) Pengelolaan pembelajaran kursus kewirausahaan berbasis TI dalam mempersiapkan kemampuan berwirausaha di Yayasan Pengembangan Masyarakat. Damar Jayagiri, 2011. pp. 28-35. ISSN 20871260

[img] Text
28-35.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pelaksanaan program kursus kewirausahaan merakit computer berbasis TI dengen menerapkan model pembelajaran blended learning. Model pembelajaran blended learning merupakan gabungan pembelajaran conventional dan virtual (menggunakan aplikasi moodle) yang sengaja dirancang untuk mempermudah pencapaian efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program. Peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan masalah berikut: 1) bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pembelajaran kursus kewirausahaan berbasis teknologi informasi (blended learnig) dalam mempersiapkan kemampuan berwirausaha, dan 2) bagaimana faktor pendukung dan penghambat pembelajaran kursus kewirausahaan berbasis TI yang dilaksanakan oleh Yayasan Pengembangan Masyarakat (YPM) kabupataen Bandung?
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur.
Model pembelajaran blended learning ini mampu meminimalisasi jam pelajaran kursus dengan tetap berpedoman pada tujuan pembelajaran sehingga mampu mengurangi biaya produksi pembelajaran seperti transport, bahan ajar, pengeluaran kertas, alat tulis dll. Adapun faktor pendukung dari penyelenggaraan kursus adalah adanya dukungan kebijakan, dukungan masyarakat, dan dukungan sarana prasarana berupa perangkat keras dan lunak sedangkan faktor penghambatnya adalah minimnya tenaga ahli yang konsen pada TI dan faktor keamanan dari virtual learning (pencurian password, hacker dll). Akan tetapi, penyelenggaraan mampu mengatasi hambatan tersebut dengan mengoptimalisasikan SDM yang ada dengan mempelajari dan memperdalam perangkat software dan hardware yang telah tersedia serta pengaktifan password hanya berlaku bagi yang sudah terdaftar.
Dalam pelaksanaannya, peneliti memberikan rekomendasi sebagai berikut: 1) kebijakan institusi pendidikan dalam memanfaatkan teknologi e-learning perlu dikaji dan dirancang secara lebih mendalam, 2) e-learning adalah proses pembelajaran yang dituangkan melalui teknologi internet. Oleh karena itu, prinsip dan komunikasi pembelajaran perlu didesain seperti layaknya pembelajaran convensional, 3) arsitektur dan sistem jaringan computer YPM perlu dirancang dengan lebih baik lagi agar proses pembelajaran kursus pun dapat berjalan dengan lebih baik, 4) pihak pengelola/penyelenggara dan tutor harus melibatkan peserta secara penuh dalam kegiatan perencanaan sehingga seluruh kegiatan yang direncanakan dapat diketahui dan dilaksanakan oleh peserta pelatihan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Wirausaha, Blended learning, Teknologi informasi
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Nonformal dan Informal > Pendidikan Kecapakan Wirausaha (PKW)
Pendidikan > Pendidikan Nonformal dan Informal > Kursus dan Pelatihan
Divisions: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat > Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat > PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat
Depositing User: Mrs Sofi Suwaris
Date Deposited: 20 Dec 2018 08:10
Last Modified: 20 Dec 2018 08:10
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/8978

Actions (login required)

View Item View Item