Model pembelajaran gentenan : gerakan pendidikan peningkatan ekonomi kemaritiman dalam pemberdayaan perempuan

Laelasari, Euis and Darma, Chinta and Ekadarma, Arie (2015) Model pembelajaran gentenan : gerakan pendidikan peningkatan ekonomi kemaritiman dalam pemberdayaan perempuan. PP-Paud dan Dikmas Jawa Barat, Lembang.

[img]
Preview
Text
Model 2015-Dikmas-Model Pembelajaran Gentenan-w.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan di sektor kelautan dan perikanan tidak lepas dari kebutuhan untuk mengikutsertakan perempuan dalam kebijakan pembangunan di sektor tersebut. Tujuan pengembangan Model Gentenan (Gerakan Pendidikan Peningkatan Ekonomi Kemaritiman dalam Pemberdayaan Perempuan) adalah: memberikan acuan bagi lembaga dan atau warga masyarakat yang akan menyelenggarakan program pemberdayaan perempuan berbasis masyarakat maritim. Pengembangan model yang dikembangkan merupakan rangkaian kegiatan pengembangan pendidikan keterampilan usaha di suatu wilayah maritim yang berbasis keluarga nelayan. Konsep dasar yang digunakan sebagai kerangka landasan teori model ini adalah konsep pemberdayaan perempuan. Pendekatan ini lebih memusatkan kepada isu gender dan tidak terlihat pada masalah perempuan semata. Pendekatan GAD yang kami gunakan merupakan satu-satunya pendekatan terhadap perempuan dalam pembangunan dengan melihat semua aspek kehidupan perempuan dan semua kerja yang dilakukan perempuan baik kerja produktif, reproduktif, privat maupun publik dan menolak upaya apapun untuk menilai rendah pekerjaan mempertahankan keluarga dan rumah tangga. Penerapan pemberdayaan perempuan dalam Model Gentenan dibangun melalui tiga tahap, (1) Tahap Pra Intruksional, (2) Tahap Instruksional, dan (3) Tahap Evaluasi yang diselenggarakan selama 6 (enam) minggu pada siklus pertama, dan 5 (lima) minggu pada siklus berikutnya. Peserta program dalam satu kelompok maksimal 3 orang dengan memiliki persyaratan sebagai berikut: 1) Perempuan yang berada diwiliyah maritim, 2) Berusia antara 17 s.d 60 tahun, 3) Pernah ikut program keberaksaraan, 4) Tidak sedang mengikuti program sejenis, 5) Memiliki keterampilan, 6) Memiliki motivasi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi, 8) Bersedia mengikuti kegiatan belajar dengan cara menandatangani surat pernyataan kesanggupan mengikuti kegiatan secara aktif sampai tuntas, 9) Berada dilingkungan kelompok belajar, dan 10) Mampu berkomunikasi dengan luwes. Seluruh peserta didik didorong dan diarahkan agar memiliki kemampuan dalam: 1) kemampuan cara membaca peluang usaha, 2) kemampuan menyusun perencanaan usaha, 3) kemampuan cara pembukuan sederhana, 4) kemampuan cara penjualan, 5) kemampuan menerapkan pola Gentenan. Temuan uji coba model ini mengungkapkan bahwa model dapat diimplementasikan walaupun belum keseluruhan pola gentenan tersebut mendapat giliran. Sebagian kelompok usaha sudah balik modal dalam arti mendapat keuntungan.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Pemberdayaan perempuan
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Nonformal dan Informal > Pendidikan Masyarakat
Divisions: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat > Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat > PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat
Depositing User: Mrs Sofi Suwaris
Date Deposited: 19 Sep 2018 03:31
Last Modified: 19 Sep 2018 03:31
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/7156

Actions (login required)

View Item View Item