Cultural heritage digitization in Indonesia: a new perspective on preserving Depok colonial heritage

Lukman, Alqiz and Assilmi, Ghilman and Imandiharja, Ide Nada (2019) Cultural heritage digitization in Indonesia: a new perspective on preserving Depok colonial heritage. Kapata Arkeologi, 15 (1). pp. 15-24. ISSN 25030876

[img] Text
519-Article Text-1474-2-10-20200602.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (1MB)

Abstract

Teknologi terkini, seperti fotografi digital, pemindai 3D, dan augmented reality, memberikan alternatif dalam upaya pelestarian situs warisan budaya. Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah kelanjutan wacana tentang manfaat pelestarian berbasis digital berdasarkan penerapan pada Proyek Depok Lama. Depok adalah kota yang terletak di Provinsi Jawa Barat yang memiliki beragam jenis bangunan masa kolonial, antara lain permukiman penduduk, gereja, dan jembatan. Namun, studi terbaru menunjukkan hampir 75% bangunan kolonial telah dihancurkan sepanjang satu dasawarsa terakhir akibat aktivitas pembangunan kota dan modernisasi yang cepat. Kami membangun proyek untuk melakukan digitalisasi sejumlah objek warisan budaya di Depok untuk mencegah perusakan lebih lanjut dan membangun informasi tentang pentingnya objek bangunan kolonial kepada publik melalui media digital. Proyek ini merupakan kegiatan multidisiplin yang melibatkan arkeolog, sejarawan, pakar IT, dan masyarakat setempat dalam menciptakan database sistem interaktif mengenai bangunan cagar budaya di Depok. Empat studi dilakukan untuk mengembangkan Proyek Depok Lama, yaitu studi informasi konten, studi perspektif pengguna, konstruksi kerangka desain situs web, dan studi evaluasi. Studi pertama dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai bangunan bersejarah di Depok Lama. Studi kedua dilakukan untuk menyelidiki presentasi informasi yang disukai oleh pengguna. Studi ketiga berkaitan dengan pengembangan prototipe situs web berdasarkan data dari studi sebelumnya. Studi terakhir adalah untuk mengevaluasi dan meningkatkan prototipe situs web. Hasil menunjukkan bahwa digitalisasi warisan budaya tidak hanya berguna untuk pelestarian tetapi juga mendorong keterlibatan publik dan memfasilitasi materi pengetahuan budaya.

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > Kebijakan Umum Kemendikbud > Penelitian dan Pengembangan
Pendidikan > Kebudayaan
Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan
Depositing User: Mrs Syafnelly Syafnelly
Date Deposited: 03 Jul 2020 06:19
Last Modified: 03 Jul 2020 06:19
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/18915

Actions (login required)

View Item View Item