Kursus kewirausahaan tenun sutra model Tellumpocco di Sulawesi Selatan

Kemendikbud, BP-PAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan (2012) Kursus kewirausahaan tenun sutra model Tellumpocco di Sulawesi Selatan. Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal ( BPPNFI ) Regional V Makassar, Makassar.

[img] Text
23219Model Tellumpocoe - 2012 (1).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (2MB)

Abstract

Model Tellumpoccoe adalah bentuk program kewirausahaan bidang vokasi wirausaha tenun sutra yang mensinergikan unsur pemerintah, Perguruan Tinggi (Akademisi), dan pelaku pasar (pengusaha) dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tellumpoccoe diambil dari bahasa Bugis tellu yang artinya tiga, dan Pocco yang artinya lebih atau luber. Jika kata tersebut digabung menjadi tellumpoccoe memiliki arti ada tiga unsur yang memiliki potensi lebih. Ketiga unsur yang dianggap memiliki kekuatan dan secara operasional dimaknai sebagai tiga potensi yang ada di dalam masyarakat itu sendiri (pemerintah, akademisi, dan pengusaha) diformulasikan menjadi kekuatan yang bersinergi membangun wirausaha bagi masyarakat.
Proses pembelajaran dalam penyelenggaraan kursus kewirausahaan masyarakat pengrajin tenun sutra mencakup: (1) Pembelajaran secara tatap muka, tutorial dan mandiri; (2) Kombinasi pembelajaran melalui praktek dan teori; (3) Magang/praktik kerja; dan (4) Materi pembelajaran bersumber dari pemerintah, pengusaha, dan praktisi/akademisi.
Indikator keberhasilan model dibedakan atas dua jenis. Pertama, kriteria jangka pendek yang mengacu pada tiga item penilaian yaitu: (1) sekurang-kurangnya 75% dari langkah-langkah penyelenggaraan dipahami, diterima, dan diterapkan oleh penyelenggara; (2) Minimal 75% Nara Sumber dapat memahami dan menerapkan kurikulum dan proses pembelajaran; dan (3) Warga belajar dapat menyelesaikan pembelajaran keterampilan. Dan kedua, kriteria jangka panjang (tahun II) yang mengacu pada dua item penilaian yaitu (1) Warga belajar dapat menyelesaikan program pembelajaran dan mampu berwirausaha; dan (2) Warga belajar memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Nonformal dan Informal > Pendidikan Kecapakan Wirausaha (PKW)
Pendidikan > Pendidikan Nonformal dan Informal > Kursus dan Pelatihan
Pendidikan > Kebudayaan
Divisions: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah > Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah > BP-PAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan
Depositing User: Iin Astuti
Date Deposited: 28 May 2020 13:05
Last Modified: 28 May 2020 13:05
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/18464

Actions (login required)

View Item View Item