Vocational education policy white paper vol. 1 nomor 2 tahun 2019 : analisis ketercukupan pembiayaan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

Bakrun, M and Khurniawan, Arie Wibowo and Widjajanti, Chrismi and Majid, Muhammad Abdul (2019) Vocational education policy white paper vol. 1 nomor 2 tahun 2019 : analisis ketercukupan pembiayaan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Working Paper. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta.

[img] Text
02 Analisis Ketercukupan Pembiayaan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (1MB)

Abstract

Munculnya Inpres No. 9 tahun 2016 menandakan adanya sebuah kondisi darurat dalam pendidikan
menengah kejuruan (SMK) di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
SMK tertinggi dibandingkan dengan jenjang pendidikan lain. Sayangnya, munculnya Inpres tersebut tidak dibersamai
dengan alokasi anggaran yang meningkat. Tahun 2017 justru terjadi penurunan 2,6T dan meningkat 1T ditahun 2018
serta menurun menjadi 4,3T tahun 2019. Belum lagi jika diproporsikan dalam struktur anggaran Pembinaan SMK
dimana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) mencapai 50% dari total alokasi. Hal tersebut dinilai belum mampu
mengakomodir kebutuhan pembiayaan pendidikan SMK ditengah tuntutan untuk menyelesaikan permasalah di
dalamnya. Kebijakan Dana Transfer Khusus pun dirasa belum mampu menjawab tantangan tersebut. Alokasi DAK Non
Fisik (BOS) yang pada tahun 2019 meningkat 200.000 menjadi Rp. 1.600.000, - per siswa pun masih dinilai kurang
untuk membantu operasionalisasi sekolah. Terlebih masih banyak sekolah yang dalam operasionalisasinya masih
tergantung pada dana BOS sebagai satu-satunya sumber pembiayaan sekolah. Belum lagi politik ‘sekolah gratis’ di
berbagai daerah yang menutup kemungkinan sumbangan dari masyarakat untuk pendidikan. Oleh karena itu perlu
adanya kebijakan alternatif untuk keluar dari permasalahan pembiayaan pendidikan tersebut. Melalui kajian inilah
ikhtiar untuk memunculkan kebijakan alternatif itu diinisiasi. Rekomendasi terpenting seperti perlu diinisiasi kebijakan
pengelolaan keuangan sekolah secara mandiri dengan pola BLUD dan secara bersamaan dimasifkannya teaching
factory sebagai Income Generating Unit di sekolah. Kajian ini menggunakan metode analisa kualitatif-deskriptif
dengan melakukan interpretasi terhadap data yang sudah ada untuk kemudian dilakukan analisa kualitatif dengan
menghubungkan antar setiap permasalahan agar bisa disajikan data dan rekomendasi yang bermakna.

Item Type: Monograph (Working Paper)
Subjects: Pendidikan > Kebijakan Umum Kemendikbud > Penelitian dan Pengembangan
Pendidikan > Sekolah > Sekolah Kejuruan
Divisions: Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi > Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Depositing User: Mr Chaidir Amir
Date Deposited: 11 Apr 2020 23:10
Last Modified: 11 Apr 2020 23:10
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/17780

Actions (login required)

View Item View Item