Vocational education policy white paper vol. 1 nomor 9 tahun 2019 : profil lulusan SMK terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja di Indonesia tahun 2018-2019

Bakrun, M and Khurniawan, Arie Wibowo and Widjajanti, Chrismi and Razik, Arfah Laidiah and Adi, Farid Prasetyo and Majid, Muhammad Abdul and Syafaa, Ahmad Rofiuddin (2019) Vocational education policy white paper vol. 1 nomor 9 tahun 2019 : profil lulusan SMK terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja di Indonesia tahun 2018-2019. Working Paper. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta.

[img] Text
09 Profil Lulusan SMK terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2018-2019.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (989kB)

Abstract

Ketenagakerjaan merupakan isu penting dalam sebuah aktifitas bisnis dan perekonomian Indonesia. Hal ini
tak lain karena angkatan kerja, penduduk yang bekerja, dan angka pengangguran, merupakan modal bagi geraknya
roda pembangunan. Dengan keterampilan yang telah dimiliki, lulusan sekolah kejuruan (SMK) sebagai tenaga kerja
baru diharapkan dapat segera memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Namun, pada kenyataannya,
tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK masih menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan TPT pendidikan
lainnya. Kajian kebijakan ini membahas tentang ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya untuk lulusan SMK, dengan
memanfaatkan data dari survei ketenagakerjaan yang dilakukan oleh BPS. Kajian ini menunjukkan bahwa kontribusi
lulusan SMK yang menganggur terhadap pengangguran nasional selalu meningkat untuk tiap tahunnya dengan jurusan
teknik otomotif menjadi kontributor pengangguran terbesar. Secara umum, sebagian besar lulusan SMK bekerja di
industri perdagangan dan manufaktur dengan pekerjaan sebagai pekerja produksi, operator alat-alat angkut dan
pekerja kasar menjadi jenis pekerjaan utama. Lulusan kejuruan juga lebih menyukai pekerjaan formal dibandingkan
dengan pekerjaan non-formal. Selain itu, gaji rata-rata buruh/karyawan/pegawai lulusan SMK lebih rendah dari ratarata nasional. Pekerja lulusan SMK dengan upah rata-rata tertinggi adalah pekerja di bisnis pertambangan sedangkan
upah terendah diperoleh oleh pekerja dalam jasa pendidikan. Mayoritas populasi lulusan SMK yang bekerja mendapat
jaminan sosial dan memiliki jam kerja yang cukup tinggi, yaitu 35 hingga 48 jam per minggu.

Item Type: Monograph (Working Paper)
Subjects: Pendidikan > Kebijakan Umum Kemendikbud > Penelitian dan Pengembangan
Pendidikan > Sekolah > Sekolah Kejuruan
Divisions: Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi > Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Depositing User: Mr Chaidir Amir
Date Deposited: 11 Apr 2020 22:20
Last Modified: 11 Apr 2020 22:20
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/17773

Actions (login required)

View Item View Item