Penguasaan operasi dasar aritmetika guru matematika SMP Samarinda setelah mengikuti diklat matematika tahun 2007 di LPMP Kaltim

Utoyo, Bambang (2008) Penguasaan operasi dasar aritmetika guru matematika SMP Samarinda setelah mengikuti diklat matematika tahun 2007 di LPMP Kaltim. Jurnal Ilmu Pendidikan LPMP Kalimantan Timur, 2 (2). pp. 9-22. ISSN 1858-3105

[img] Text
02 Desember 2008.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (219kB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran penguasaan operasi dasar aritmetika guru matematika SMP dan operasi dasar aritmetika mana yang meningkatkan kualitas guru matematika setelah mengikuti Diklat Matematika tahun 2007 di LPMP Kaltim.m Penelitian menggunakan rancangan penelitian observasional dengan ciri penelitian deskriptif-kualitatif. Sedangkan sifat penelitian adalah ex post facto. Populasi penelitian adalah guru matematika SMP Samarinda tahun pembelajaran 2007/2008. Besar sampel guru matematika SMP yang telah mengikuti Diklat Matematika yang dilaksanakan pada tahun 2007 di LPMP Kalimantan Timur. Alat penelitian yang digunakan 1) daftar cek list dan lembar kerja, 2) tes untuk mengetahui penguasaan operasi dasar aritmetika. Analisis data sesuai tujuan menggunakan statistik parametrik, karena distribusi mempunyai sebaran normal, sedangkan uji statistik non-parametrik, untuk manguji data dengan skala pengukuran ordinal. Deskriptif-kualitatif untuk mendapatkan gambaran secara umum maupun khusus, situasi yang berkenaan penyelesaian operasi dasar aritmetika yang berkenaan dengan sifat-sifat yang berlaku, penggunaan dan bukti-bukti sifat yang berlaku dalam operasi hitung. Hasil penelitian, dari evalusi tes didapat data berdistribusi normal. Terdapat perbedaan yang sangat signifikan skor dengan ijazah yang dimiliki, sedangkan variabel tempat dan masa kerja tidak memberikan sumbangan pada skor penguasaan operasi dasar aritmetika terutama pada tingkatan yang lebih tinggi. Pembuktian tidak mengetahui arahnya akan dibawa ke mana ini bagi yang mengerjakan dan lebih memberikan contoh dari pada penalaran yang runtut terhadap sifat yang dibuktikan.Penguasaan tentang ciri-iciri perkalian, pembagian dan operasi lain yang tidak dimiliki responden, hal ini menjadi penyebab pengerjaan berbelit-belit dan berkepanjangan terutama berhadapan dengan bilangan pecahan biasa atau pecahan desimal, juga terasa pada pengerjaan pembagian dan penarikan akar pada bilangan pecahan desimal.

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > Guru
Divisions: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah > Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah > LPMP Kalimantan Timur
Depositing User: lpmpkaltim -
Date Deposited: 08 Nov 2019 07:36
Last Modified: 08 Nov 2019 07:36
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/15469

Actions (login required)

View Item View Item