Ririmasse, Marlon N.R. and Susetyo, Sukawati and -, Sunarningsih and -, Vita and Sudewo, Eri (2015) KALPATARU Majalah Arkeologi vol 24 nomor 2. KALPATARU Majalah Arkeologi, 24 (2). pp. 73-169. ISSN 0126-3099

[img]
Preview
Text (Pusaka Budaya Kawasan Pesisir: Tinjauan Arkeologis atas Potensi di Kepulauan Maluku,Situs Kesuben: Suatu Bukti Peradaban Hindu-Buddha di Pantai Utara Jawa Tengah, Karakteristik Situs Pesisir di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Baral, Lingkungan)
KALPATARU VOLUME 24 NO 2.pdf

Download (32MB) | Preview

Abstract

Marlon Ririmasse
Pusaka Budaya Kawasan Pesisir: Tinjauan Arkeologis atas Potensi di Kepulauan Maluku

Kawasan pesisir sejak lama telah menjadi salah satu tema utama dalam tinjauan sejarah budaya dunia. Karakter geografisnya yang khas, membuat wilayah ini menjadi titik mula bagi proses kontak dan interaksi antar budaya. Hadir sebagai kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menjadi salah satu negara dengan garis pantai terpanjang. Suatu keadaan yang mencermink.an potensi kolosal kawasan pesisir di negeri ini. Terrnasuk potensi secara kultural. Sebagai salah satu kepulauan terluas di Indonesia, Maluku juga kaya dengan pusaka budaya kawasan pesisir. Makalah ini merupakan langkah awal untuk menemukan dan mengenali potensi pusaka budaya kawasan pesisir yang ada di Kepulauan Maluku dari sudut pandang studi arkeologi serta membuka ruang diskusi bagi arah pengelolaannya. Survei penjajakan dan studi pustaka dipilih sebagai pendekatan dalam kajian. Hasil penelitian menemukan bahwa wilayah Maluku memiliki potensi besar pusaka budaya kawasan pesisir yang perlu dikelola dengan pendekatan pengembangan berkelanjutan.

Sukawati Susetyo
Situs Kesuben: Suatu Bukti Peradaban Hindu-Buddha di Pantai Utara Jawa Tengab
Sejarah kuoo Indonesia mencatat bahwa masa sejarah tertua di Jawa Tengah adalah Kerajaan Matariim Kuoo (abad ke-8-10). Pada waktu yang sarna di pantai timur Sumatera terdapat Kerajaan Sriwijaya. Di lain pihak, berita Cina menginformasikan bahwa kerajaan di Jawa sudah ada pada abad ke-5, yaitu Ho-ling (She-po). Penelitian mutakhir di pesisir pantai utara Jawa Barat dan timur Sumatera memberikan bukti adanya hubuogan antara Indonesia dengan bangsa asing berupa artefak­artefak dari luar negeri, meskipun tidak didukung oleh data prasasti. Hal tersebut memberikan petunjuk untuk mencari bukti awal hubuogan dengan bangsa Lain di daerah pesisir pantai. Penelitian di pesisir pantai utara Jawa Tengah ini dilakukan dengan survei, ekskavasi, dan wawancara mendalam, metode penulisan menggunakan metorl deskriptif komparatif. Penelitian lill berhasil menambahkan data baru berupa temuan candi di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tega!, Jawa Tengah.Temuan yang dihasilkan berupa struktur bangunan candi dari bata, antefiks-antefiks, dan area batu. Hingga saat ini dari penelitian ini belum diketahui latar keagamaan Candi Kesuben karena belum ditemukan artefak yang mendukung.

Sunaroingsih
Karakteristik Situs Pesisir di Kecamatan Kumai,
Kabupaten Kotawaringin Barat
Kabupaten Kotawaringin Baral yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah memiliki kawasan pesisir, tepatnya di sebelah selatan, yang berbatasan langsuog dengan Laut Jawa. Posisi yang strategis tampaknya sangat berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan di daerah tersebut. Kesempatan untuk dapat berinteraksi dengan dunia luar menjadi sangat mungkin. Keberadaan situs arkeologi di pesisir menjadi sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut. Tulisan ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik situs tersebut. Metode penelitian bersifa t deskriptif eksplanatif dengan penalaran induktif. Data arkeologi yang diguoakan merupakan basil survei arkeologi pada tahun 2014. Hasil surve1 menemukan adanya beberapa kelompok temuan yang berada di wilayah Desa Sebuai dan Desa Pendulangan, dengan keramik sebagai temuan terbanyak. Berdasarkan basil analisis artefaktual dan lingkungan, sintesa dan interpretasi menunjukkan bahwa situs di pesisir tersebut, selain sebagai tempat hunian dari abad ke- 13 -14 hingga sekarang, juga memegang peranan penting dalam aktivitas perdagangan dengan daerah luar, serta mempunyai keterkaitan yang erat dengan situs arkeologi di daerah pedalaman.

Vita
Lingkungan Vegetasi Situs Pesisir Samudera Pasai:
Perlindungan dan Pelestarian
Situs Samudera Pasai merupakan bekas kerajaan Lslam pertama di Indonesia berada di kawasan pesisir pantai Kabupaten Aceh Utara. Akibat dari berbagai bencana yang menimpa situs ini, maka bekas-bekas kerajaan ini hanya tinggal puing dan sangat sedikit bukti fisik yang tersisa. Hilangnya bekas-bekas bangunan di wilayah ini disebabkan oleh punahnya lingkungan vegetasi yang

Ery Soedewo
Glass Beads as One of l11dicators of the Heyday and Collapse of Kampai lslar,d Commerce
Kampai Island's past traces include the abundant varied glass beads. Was such abundant glass beads reflects certain conditions on ancient Kampai Island? Such richness in number and variety have triggered a number of researches on their quantity and morphology which provide some information of categorization and trade fluctuation in the ancient Kampai Island. The factors contributing to the rise and/all of the island are explained through the analogy olocal or international historical sources. Kampai's heyday through AD II to the middle of AD 14 centuries was among others due to demand on Suma/eras natural resources by the Chinese market since the Tang Dynasty's period; on the other hand, the Ming Dynasty's AD 15 century inter-ocean private trade quota limitation contributed to the decline of such resources demand. The declining demand.finally brought Kampai 's commerce to collapse at AD 16 century when other Sumatera 's ports began to export Aru 's commodity.

Muhammad Hasbiansyah Zulfahri, Hilyatul Jannah, Sultan Kurnia Alam Bagagarsyah, Wastu Prasetya Hari, dan Wulandari Retnaningtiyas
A Flashback of the Cultural-History of Blambangan Peninsula, Banyuwangi, East Java
Blambangan peninsula, known as Alas Punvo located in Banyuwangi. Alas Purwo, also means "early forest" in Javanese language, has a lot of archaeological potential, moreover the dense forest which is one of the constituent elements of the karst landscape enables support for human life in prehistoric era. Data from various sources says that in the Alas Punvo found the remains of the other past culture. In addition, isolated location provide opportunities for data that is pristine and not much transformed. The purpose of this research is to collect data of archaeological and ethno-history potency of Alas Purwo in three dimensions, which is: the dimensions of form, space, and time, in order to obtain a conclusionon the cultural history Blambangan Peninsula. The research methods is explorative with three approaches, archaeological approach, ethno-historical approach and - geographical approach with the Geographic Information System (GIS}. The research proves that Blambangan Peninsula has cultural history value as well. This result can be proved from complete archaeological and ethno­historical remains dating from the Prehistoric, Classical,
Islam, and the Colonial era with local, national, and international issues. Spatially, the distribution pattern of
the archaeological remains show fundamental variations, such as locational characteristics.

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > Kebijakan Umum Kemendikbud > Penelitian dan Pengembangan
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
Depositing User: Mrs Murnia Dewi
Date Deposited: 05 May 2017 23:37
Last Modified: 05 May 2017 23:37
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/1338

Actions (login required)

View Item View Item