KALPATARU Majalah arkeologi vol 21 nomor 1

Handini, Retno and Nurrochsyam, Mikka Wildha and Santiko, Hariani and Saptono, Nanang and Mahmud, M. Irfan (2012) KALPATARU Majalah arkeologi vol 21 nomor 1. KALPATARU Majalah Arkeologi, 21 (1). 01-61. ISSN 0126-3099

[img]
Preview
Text ("Memasyarakatkan" Living Megalithic: Pesona Masa Lalu Yang Tetap Bergema, Humanisme dalam Tradisi Kubur Batu Megalitik di Sumba, Nusa Tenggara Timur, Candi Panataran: Candi Kerajaan Masa Majapahit, Penelitian Puncak-Puncak Peradaban di Pantai Utara Jawa B)
kalpataru 21no 1.PDF - Published Version

Download (56MB) | Preview

Abstract

"MEMASYARAKATKAN" LIVING MEGALITHIC: PESONA MASA LALU YANG TETAP BERGEMA
Retno Handini
Situs clan budaya megalitik berlanjut (living megalithic) yang ada di Indonesia seperti Nias, Toraja, Sumba, Sahu, Ngada, clan Ende memiliki daya tarik eksotis, baik bagi ilmu pengetahuan maupun untuk djnikmati khalayak ramai sebagai sebuah tampilan budaya. Segi-segi ilmiah tetap menuntut penjelasan akademis tentang proses budaya sejak diperkirakan muncul sebelum Tarikh Masehi hingga mampu bertahan sampai saat ini, sementara "memasyarakatkan" budaya megalitik yang masih hidup merupakan sebuah pesona tersendiri, karena merupakan "window to the past", yang jarang terjadi pada tinggalan arkeologis. Melihat clan menikmati budaya megalitik yang masih berlanjut adalah sebuah atraksi wisata budaya yang sangat luar biasa, apalagi ketika menyentuh tata cara pendirian bangunan megalitik dengan teknik-teknik sederhananya, saat teknologi modern tidak digunakan. Situasi seperti ini akan memberi nilai wisata budaya yang tinggi, dengan daya tarik tersendiri, sehingga living megalithic perlu dimasyarakatkan

HUMANISME DALAM TRADISI KUBUR BATU MEGALITIK
DI SUMBA, NUSA TENGGARA TIMUR1
Mikka Wildha Nurrochsyam
Tradisi kubur batu di Sumba merupakan salah satu budaya kolosal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Bagi masyarakat Sumba, kesadaran tentang hidup sesudah mati telah melahirkan tradisi kubur batu yang unik dan spektakuler. Penelitian ini memperlihatkan dua aspek dinamika budaya dalam tradisi kubur batu megalitik, yaitu proses internalisasi dan akulturasi budaya. Selanjutnya, saya akan memperlihatkan adanya aspek humanisme sebagai dasar' pen ting dalam dinamika budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan melakukan wawancara mendalam serta dukungan studi pustaka. Obyek penelitian adalah tradisi kubur batu megalitik di Sumba yang dilihat menurut sisi dinamika budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bermanfaat sebagai orientasi untuk melihat adanya dinamika kebudayaan dalam masyarakat, dan melihat orientasi bagi perkembangan budaya yang bermartabat.

CANDI PANATARAN:
CANDI KERAJAAN MASA MAJAPAHIT
Hariani Santiko
Candi Panataran adalah candi kerajaan (State Temple) Kerajaan Majapahit, didir}kan di sebuah tanah yang berpotensi sakral karena di tempat itu terdapat prasasti Palah dari jaman Kadiri, berisi tentang pemujaan Bhatara ri Palah. Berdasarkan angka tahun yang ditemukan di kompleks candi, setidaknya Candi Panataran dipakai sejak pemerintahan Raja Jayanagara hingga Ratu Suhita. Pada jaman Majapahit, Candi Panataran adalah candi untuk memuja Paramasiwa yang disebut dengan berbagai nama, tattwa tertinggi dalam agama Siwasiddhanta. Bahkan ada kemungkinan sebuah Kadewaguruan (tempat pendidikan agama) dibangun di sekitar kompleks candi, tetapi dimana kepastian letaknya, belum jelas. Candi Panataran adalah "pusat spiritual" kerajaan Majapahit.

PENELITIAN PUNCAK-PUNCAK PERADABAN DI PANTAI UTARA JAWA BARAT DAN PROSES PERJALANAN MASYARAKAT HINDU
Nanang Saptono
Salah satu program penelitian Balai Arkeologi Bandung pada periode 2009 - 2014 adalah mengenai 'puncak-puncak peradaban di pantai utara Jawa Barat. Penelitian ini secara diakronis ditekankan pada masyarakat Protosejarah, masyarakat masa Klasik, dan masyarakat masa Islam. Khusus pada permasalahan masyarakat masa Klasik, penelitian didasarkan pada data awal bahwa di Karawang terdapat pusat peradaban yang mula-mula berlatarkan pada agama Hindu kemudian berkembang pula agama Buddha. S

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > Kebijakan Umum Kemendikbud
Pendidikan > Kebijakan Umum Kemendikbud > Penelitian dan Pengembangan
Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi
Depositing User: Mrs Murnia Dewi
Date Deposited: 05 May 2017 23:36
Last Modified: 05 May 2017 23:36
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/1328

Actions (login required)

View Item View Item