AMERTA 28

Sulistyanto, Bambang and Aziz, Fadhila Arifin and -, Jatmiko and Handoko, Wuri (2010) AMERTA 28. AMERTA, 28. 01-113. ISSN 0215-1324

[img]
Preview
Text (Pemberdayaan Masyarakat Di Lingkungan Situs Arkeo/ogi.Tulisan ini mengupas basil penelitian arkeologi di daerah pedalaman Iambi, yaitu Kerinci yang merupakan salah satu bukti kehadiran penutur dan budaya Austronesia dalam berbagai aspek,Kehidupan Purba)
Amerta28.PDF - Published Version

Download (100MB) | Preview

Abstract

EMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SITUS ARKEOLOGI
Bambang Sulistyanto
Upaya pengelolaan warisan budaya di situs arkeologi pada masa sekarang, harus memperhatikan makna sosial (social significance) bagi masyarakat sekitamya. Konsekuensi pemahaman tersebut, menuntut adanya suatu perubahan kebijakan (advokasi), mengalihposisikan penduduk di sekitar situs yang semula sebagai objek menjadi subjek. Perubahan kebijakan tersebut, mengubah peran penduduk di sekitar situs bukan sebagai pihak yang dikontrol dan dikuasai, melainkan sebagai mitra yang sejajar dengan pihak pengelola warisan budaya. Artinya, masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pengelolaan warisan budaya, agar aset yang dimiliki memberikan kontribusi balik baik material maupun non material yang berguna untuk kehidupannya.

POTENSI SITUS ARKEOLOGI KAWASAN KERI NCI, JAMBI:
IKON BUDAYAAUSTRONESIA
Fadhila Arifin Aziz
ABSTRAK
Kawasan Kerinci merupakan salah satu lokasi yang memiliki keanekaragaman warisan budaya masa lampau. Secara administratif, kawasan ini berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Wilayah ini pada masa sekarang masih tergol<?ng daerah terpencil akibat sarana transportasi dan komunikasi yang terbatas. Kondisi geografis yang bergunung dan berbukit dengan danau dan anak-anak sungai merupakan faktor penyebab utama sektor pertanian (berladang, berkebun) menjadi andalan pendapatan daerah.
Informasi tentang sumberdaya arkeologi di Jambi dapat dikatakan sangat sedikit dijumpai, baik dalam buku pelajaran sekolah, leaflet informasi budaya dan. pariwisata, maupun yang dikeluarkan pemerintah daerah atau lembaga terkait di pusat. Namun cukup membuktikan bahwa daerah Jambi memiliki potensi sumberdaya budaya materi sejak masa prasejarah (mesolitik) sampai masa kolonial. Salah satu wilayah Jambi, yaitu di kawasan sekitar Danau Kerinci, sampai kini masih dijumpai bukti sumberdaya budaya materi yang memiliki karakter dari masa prasejarah. Oleh karena itu penelitian untuk mengungkapkan sejarah asal budaya di Jambi dalam hubungannya dengan penutur dan budaya Austronesia menjadi penting untuk dikaji dengan perspektif arkeologi.

KEHIDUPAN PURBA DI CEKUNGAN SOA, FLORES TENGAH,
INDONESIA TIMUR (KAJIAN ARKEOLOGI KAWASAN)
Jatmiko*
ABSTRAK
Cekungan Soa adalah sebuah dataran rendah berbentuk lembah yang terjadi karena letusan gunungapi purba pada Kala Pliosen sehingga membentuk kaldera. Pada Kala Pleistosen, kondisi cekungan berubah menjadi sebuah danau besar dengan lingkungan yang subur, sehingga telah mengundang berbagai makhluk hidup (manusia dan binatang) datang dan menghuni di sekitar lingkungan danau tersebut. Berdasarkan bukti-bukti temuan artefak dan ekofak yang didapatkan dalam penelitian, kehidupan purba di wilayah ini diduga telah berlangsung sejak Kala Pleistosen Bawah- awal Pleistosen Tengah. Wilayah Cekungan Soa merupakan kompleks situs purba yang kaya akan artefak dan fosil fauna. Walaupun belum menemukan sisa manusianya, namun penemuan himpunan artefak dan fosil-fosil fauna (antara lain Stegodon, buaya, komodo, kura-kura darat, dan sejenis tikus besar) di berbagai situs di Cekungan Soa sudah diperkuat dengan data pertanggalan absolut, sehingga dapat diketahui umurnya secara pasti. Di wilayah Cekungan Soa ini telah ditemukan minimal 15 lokasi/situs yang mengandung temuan alat-alat batu Paleolitik yang berasosiasi dengan fosil-fosil tulang vertebrata. Cekungan Soa yang mempunyai luas ± 35 x 22 kilometer dan terletak sekitar 15 kilometer di timur laut kota Bajawa (ibukota Kabupaten Ngada, Flores Tengah) memperlihatkan bentang alam yang khas terbuka, mengingatkan kita pada lingkungan umum kehidupan Homo erectus. Melalui kajian arkeologi ruang, tulisan berjudul 'Kehidupan Purba di Cekungan Soa, Flores Tengah, Indonesia Timur: Kajian Arkeologi Kawasan' ini diharapkan dapat mengungkapkan kehidupan masa lalu di Cekungan Soa, terutama berkaitan dengan manusia, budaya dan lingkungannya

PERMUKIMAN TERBUKA DAN SISTEM PENGUBURAN
MASYARAKAT KUNO DI WILAYAH SITUS HATUSUA, PESISIR
PANTAI SERAM BAGIAN BARAT
Wuri Handoko
Situs permukiman Hatusua, merupakan salah satu situs permukiman terbuka yang dalam masyarakat lokal disebut sebagai negeri lama. Situs negeri lama ini merupakan situs pertama yang ditemukan di pesisir pantai dalam sejarah penelitian situs negeri lama yang biasanya ditemukan di pegunungan. Indikasi permukiman dengan ditemukannya sebaran gerabah yang sangat padat dan keramik asing serta adanya unsur religi dengan ditemukannya dolmen di pusat kampung. Selain itu, ditemukan pula rangka manusia dengan bekal kubur pertama kali di wilayah Maluku. Dari data ini menunjukkan kompleksitas budaya masyarakat pendukungnya baik tentang bentuk-bentuk aktifitas maupun konsep religi yang dianut.

IDENTIFIKASI BEBERAPA TEMUAN ARTEFAK LOGAM1
DARI SITUS INTAN SHIPWRECK2
Sarjiyanto*
ABSTRAK
Informasi penemuan kapal karam dengan berbagai jenis muatannya di perairan Nusantara memiliki arti penting. Berbagai jenis artefak seperti keramik, kaca, tembikar, artefak batu, artefak logam, sebagaimana ditemukan di Situs Intan Shipwreck membuktikan peran penting pelayaran di perairan Nusantara. Artefak berbahan logam yang ditemukan terdiri dari berbagai jenis. Beberapa diantaranya berupa batangan logam, baki atau nampan, cermin, genta. Dari berbagai analisis yang telah dilakukan diduga kuat artefak-artefak ini berasal dari sekitar abad ke-9-10 Masehi. Periode ini dapat di_hubungkan dengan masa transisi perpindahan kerajaan Mataram Kuna di Jawa tengah ke wilayah Jawa bagian Timur dan juga kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang.

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > Kebijakan Umum Kemendikbud
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
Depositing User: Mrs Murnia Dewi
Date Deposited: 21 Apr 2017 01:25
Last Modified: 21 Apr 2017 01:25
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/1287

Actions (login required)

View Item View Item