Sejarah perkebunan dan dampaknya bagi perkembangan masyarakat di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestrekken, keresidenan Palembang, 1900-1942

Zubir, Zusneli (2015) Sejarah perkebunan dan dampaknya bagi perkembangan masyarakat di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestrekken, keresidenan Palembang, 1900-1942. Jurnal Suluah, 16 (20). pp. 1-17. ISSN 14121689

[img] Text
1. Zusneli Zubir-Jakabaring oke.pdf

Download (1MB)

Abstract

Maksud dan tujuan dari makalah ini adalah relevansi antara keberadaan perkebunan besar, Eropa Onderneming dan dampaknya terhadap masyarakat di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestreken pada masa kolonial pada 1900-1942. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis untuk merekonstruksi sejarah perkebunan dan implikasinya bagi perkembangan masyarakat di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestrekken. Teknik pengumpulan data yang digunakan mengacu pada tahap pertama dalam sejarah proses metode heuristik, menemukan dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah. Teknik analisis data yang berkaitan dengan tahap kedua, ketiga dan keempat dalam sejarah meliputi metode kritik sumber, dan interpretasi historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, pembukaan perkebunan karet pada masa penjajahan Banjoasin Onderafdeeling en Koeboestrekken sangat berkorelasi dengan kondisi alam daerah ini dan juga perubahan politik konial, buka pintu. Ada dua perusahaan besar yang berinvestasi besar-besaran perkebunan karet yaitu, pertama, Karet Ondernemingen Melania pada tahun 1909 penanaman dan usaha karet secara masif dari ujung timur Marga Pangkalan Balai ke ujung barat Marga Gasing dan berpusat di Musi Landas. Kedua, perkebunan Oud Wassenaar, N.V. Oliepalmen en rubber Mijn terkapar di area selokan mulai utara Batang Hari Leko, Marga Rantau Bayur, hingga Marga Suak Tape utara, Marga Betung dan daerah Tebenan. Relevansi pembukaan perkebunan besar dengan komunitas di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestrekken terlihat dalam beberapa hal. Pertama, perubahan posisi elite lokal, Pasirah, Kerio, dan pejabat dewan Marga lainnya. Kedua, membantu menciptakan "perbaikan" fasilitas dan infrastruktur infrastruktur publik di sana. Ketiga, mendorong pengembangan kegiatan ekonomi dan memberikan dampak yang luar biasa pada dusun-dusun marga. Keempat, banyak pembangun jalan penghubung untuk keperluan transportasi karet memiliki dampak luas dan mendalam pada pola masyarakat tradisional, tidak hanya untuk Banjoeasin Melayu, tetapi juga pada aspek kehidupan Banjoeasin Kubu. Mereka memulai asimilasi bertahap dengan menciptakan Banjoeasin Kubu dengan Banjoeasin Melayu karena perubahan orientasi pemikirannya karena ia mulai membuka wilayah pengaruh mereka di dunia luar.

Item Type: Article
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian
Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia
Divisions: Direktorat Jenderal Kebudayaan > Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan > BPNB Sumatera Barat
Depositing User: Mr Mardoni Mardoni
Date Deposited: 30 Mar 2019 04:55
Last Modified: 30 Mar 2019 04:55
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/11446

Actions (login required)

View Item View Item