Budaya masyarakat perbatasan: studi interaksi antaretnik di Desa Pungungraharjo Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung

Rahardjo, Djoko Mudji and Herliswanny, Herliswanny (1998) Budaya masyarakat perbatasan: studi interaksi antaretnik di Desa Pungungraharjo Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung. Bagian Proyek Pembinaan dan Pengkajian Kebudayaan Masa Kini, Jakarta.

[img] Text
budaya masyarakat perbatasan pugungharjo jabung lampung tengah.pdf

Download (5MB)

Abstract

Wilayah Indonesia ini terdiri dari beribu-ribu pulau yang
dihuni masyarakat yang majemuk. Menurut perkiraan terakhir Kepulauan Nusantara ini hidup lebih dari 500 suku bangsa yang mengembangkan kebudayaan masing-masing secara mandiri. Banyaknya suku bangsa itu tentu bervariasi dalam jumlah anggotanya. di antara suku-suku bangsa yang tersebar di Kepulauan Nusantara itu ada yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 42% dari seluruh penduduk Indonesia (Jawa), sebaliknya tidak sedikit suku bangsa yang jumlah anggotanya hanya ribuan bahkan beberapa ratus saja (Budhisantoso, 1997). Terlepasa dari besar kecilnya jumlah anggota, mereka mengembangkan kebudayaan masing-masing sebagai wujud tanggapan aktiv dalam adaptasi terhadap lingkungan masing-masing. Suku bangsa itu umumnya berasal dan bermukim pada suatu
wilayah tertentu.Namun demikian, ban yak dari anggota masing-masing suku bangsa itu tersebar ke pelosok tanah air. Selain ada pula yang terpaksa tinggal dengan kelompok sosial yang berasal dari suku bangsa lainnya. Suatu Wilayah yang dihuni berbagai kelompok sosial ini biasanya berada didaerah perkotaan, pusat-pusat industri atau tern pat mereka mencari nafkah. Tata pergaulan dari setiap suku bangsa akan terjadi di lingkungan keluarga, dan masyarakat sekitar atau bahkan melintas batas masyarakat suku bangsanya. Dalam kaitan dengan lintas batas suku bangsa tersebut digunakanlah kebudayaan "pasar" atau kebudayaan daerah yang berfungsi sebagai kerangka acuan bersama. Seringkali salah satu kebudayaan suku bangsa tertentu mewarnai atau mendominasi kebudayaan pasar tersebut. Di lingkungan yang lebih besar berkembang pula kebudayaan nasional yang memenuhi kebutuhan akan kerangka acuan penduduk dalam kehidupan sehari-hari.
Kebudayaan nasional ini belum sepenuhnya berkembang, namun cukup kuat pengaruhnya. Kuatnya pengaruh ini karena sebagian masyarakat telah menerima sebagai pedoman bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan
Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian kebudayaan
Divisions: Direktorat Jenderal Kebudayaan > Direktorat Sejarah
Depositing User: Mr imam dwi pangestu
Date Deposited: 09 Mar 2019 04:53
Last Modified: 09 Mar 2019 04:53
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/10854

Actions (login required)

View Item View Item