Kedudukan dan peran Bundo kanduang dalam sistem kekerabatan Matrilineal di Minangkabau

Ernatip, Ernatip and Devi, Silvia (2014) Kedudukan dan peran Bundo kanduang dalam sistem kekerabatan Matrilineal di Minangkabau. Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, Padang. ISBN 978-602-8742-73-3

[img] Text
Kedudukan dan peran bundo kanduang.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Peran bundo kanduang.pdf

Download (230kB)

Abstract

pepatah-petitih Minangkabau menyebutkan: Adopun nan di sabuik parampuan, tapakai taratik jo sopan, mamakai baso jo basi, tau di ereng jo gendeng. Maknanya, kaum perempuan mesti memiliki budi pekerti yang baik sebegai penerus garis matrilineal, memelihara sopan santun dalam tata pergaulan, basa-basi, mengenali kondisi, dan memahami posisinya. Selanjutnya, mamakai raso jo pareso, manaruah malu jo sopan, manjauhi sumbang jo salah, muluik manih baso katuju, kato baiak kucindan murah, pandai bagaua samo gadang. Artinya, perempuan harus mempunyai perasaan dan peduli, cerdas, ammpu mengendalikan emosi, memiliki rasa malu, menjauhi perbuatan salah, tidak berperangai tercela (sumbang), tutur kata disenangi orang, bertutur baik, penyayang, dan pandai bergaul di kalangan sebaya. Maknanya, perempuan harus menjaga marwah kampung halaman, pandai menata dan menghadirkan kebahagiaan di rumah tangga, pandai menuntun anggota keluarga kepada yang baik, menghimpunkan yang terserak di antara keluarga, takut budinya akan terjual, cemas pendiriannya akan tergadai. Artinya, perempuan di dalam budaya Minangkabau sangat teguh memelihara citra dan mengerti posisinya.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya
Pendidikan > Kebudayaan > Kearifan lokal
Pendidikan > Kebudayaan > Masyarakat Adat
Divisions: Direktorat Jenderal Kebudayaan > Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan > BPNB Sumatera Barat
Depositing User: Mr Mardoni Mardoni
Date Deposited: 18 Feb 2019 01:33
Last Modified: 18 Feb 2019 01:33
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/10797

Actions (login required)

View Item View Item