Pariwisata dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Lombok Barat

Manan, Fadjria Novari and Radiawan, Hari and Savitri, Poppy (1993) Pariwisata dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Lombok Barat. Direktorat sejarah dan nilai tradisional, Jakarta.

[img] Text
pariwisata pengaruhnya sosial ekonomi lombok barat.pdf

Download (5MB)

Abstract

Kepariwisataan akhir-akhir ini sering menjadi pokok pembicaraan yang hangat di berbagai media massa, diskusi atau seminar,terutama perkembangan kepariwisataan di negara-negara yang sedang berkembang. Ada berbagai alasan mengapa hal itu terjadi.Pada umumnya negara-negara yang sedang berkembang memiliki asset wisata yang beraneka, terutama wisata alam dan budaya. Namun demikian hal itu belum dikembangkan dengan maksimal karena umumnya terbentur dengan kendala modal usaha. Baru pada dekade terakhir inilah hal tersebut mulai berubah dimana globalisasi melanda dunia sehingga modal asing dapat masuk ke negaranegara tersebut untuk mengembangkan clunia kepariwisataan. Di lain pihak, adanya kecenderungan masyarakat di negara-negara yang telah maju untuk melakukan wisata yang kembali ke alam (back to nature). Mereka menganggap hal itu dapat dilakukan di negara-negara yang sedang berkembang yang alamnya masih asli. Umumnya negara maju mengandalkan pendapatan negara dari sektor industri, sedangkan negara yang sedang berkembang mendapatkan pendapatannya dari sektor pertanian yang notabene lingkungan alamnya belum tersentuh limbah-limbah industri dan kerusakan lingkungan. Dalam perkembangan selanjutnya, kepariwisataan di negara-negara yang sedang berkembang itu menjadi asset negara yang dapat mendatangkan devisa yang cukup besar.
Perkembangan kepariwisataan di Indonesia pun mengalami
kemajuan yang cukup pesat seperti negara-negara berkembang
lainnya di dunia. Pemerintah Indonesia sekarang ini sedang menggalakannya sehingga menjadi komoditi yang ditawarkan pada wisatawan mancanegara. Dengan demikian berarti pula bahwa pendapatan negara tidak hanya mengandalkan dari sektor migas saja, tetapi juga non-migas. Penggalakkan pariwisata Indonesia sebenamya telah ditetapkan oleh presiden RI sejak tahun 1989 yaitu dengan men etapkannya tahun 1991 sebagai Tahun Kunjungan Indonesia atau Visit Indonesia Year 1991 (VIY). Di tahun 1991, yaitu pada saat Tahun Kunjungan Indonesia, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 2,4 juta orang lebih (Jusuphadi Salmun, 1992). Angka ini sangat berarti sekali karena merupakan peningkatan yang amat menjolok dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (tahun 1989 sekitar 1,6 juta orang dan tahun 1990 sekitar 2, 1 juta orang), walaupun pada tahun itu terjadi perang teluk yang berpengaruh terhadap hampir seluruh perekonomian dunia.

Item Type: Book
Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Sejarah Indonesia
Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian kebudayaan
Pendidikan > BUKU
Divisions: Direktorat Jenderal Kebudayaan
Depositing User: Mr imam dwi pangestu
Date Deposited: 13 Mar 2019 16:06
Last Modified: 13 Mar 2019 16:06
URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/10525

Actions (login required)

View Item View Item